Sabtu, 02 Agustus 2008
Cara Mempercepat Loading Page di Blogspot
Buat Para Blogger aka Blogspot: Cara Mempercepat Loading Page di Blogspot
Diterbitkan Minggu, 29 Juni 2008 Personal Live
Tags: blogger, blogging, blogspot, tip dan triks, tutorial
Barusan saya lagi bener bener nerapin sesuatu di blogger aka blogspot yang bisa membuat loading page di blog blog blogspot jadi lebih cepat. Caranya berikut:
Hilangkang Label!! atau jangan buat label banyak banyak!!
Ini bisa membuat blogger atau blogspot jadi lebih cepat loadingnya. Saya nyoba di centrin (yang koneksi nya terbagus untuk download cuma 32kbps-an, dan untuk upload 9kbps) untuk blog saya sendiri (yang saya kasih label sekitar 5-6 per postnya), bisa mengurangi waktu loading ampe 50%lebih (hitungan kasar). Bener bener mengagumkanlah perubahannya.
Dan seperti saran saran yang umum: Jangan kasih widget atau feature-feature yang gak perlu semisal gambar header segedhe gajah, banner dimana mana, jam, flash dan terutama jangan kasih lagu tuh atau hal hal yang gak perlu lainnya. Bikin sesek koneksi internet yang udah lambatnya minta ampun di indonesia.
Semoga dengan cepatnya loading pengunjung jadi lebih keras
Rabu, 21 Mei 2008
Alasan Kenapa Fans Lokal Inggris Membenci MU
anv_unitedlogo.jpg
Graham Fisher, penulis di SoccerNews.com, memaparkan pendapat yang menarik kenapa banyak orang membenci MU. Menurutnya, ada beberapa alasan kenapa penggemar sepakbola di Inggris sangat anti MU. Alasan pertama adalah para fansnya, kedua pada Sir Alex Ferguson dan ketiga pada beberapa pemainnya.
Fans lokal MU diklaim sebagai fans yang arogan dan suka memandang rendah orang lain. Hal ini beralasan karena memang MU sedang merajai Liga Inggris. Tapi, ketika sebuah klub sedang mencapai sukses di Inggris, sikap arogan pasti tidak akan bisa dihindari bagi para fansnya.
Alasan kedua adalah pelatihnya. Banyak orang, pecinta sepakbola di Inggris khususnya, membenci Sir Alex Ferguson. Bahkan oleh salah satu anak didiknya, Roy Keane. Banyak orang membencinya karena dia sering sekali melawan wasit, "melihat" jam tangan dan bersikap tidak sopan terhadap orang lain.
Tapi, dengan perolehan 37 piala yang telah dia menangkan selama lebih dari 30 tahun, bersamaan dengan 21 kali sebagai manager of the month awards, 7 kali manager of the year awards dan 3 kali World Soccer manager of the year awards, membuat para pembenci MU harus mengakui kehebatan Sir Alex Ferguson.
Terakhir, banyak orang membenci pemain MU. Wayne Rooney, Cristiano Ronaldo and Rio Ferdinand mungkin jadi alasan buat para MU haters untuk membenci MU. Terutama CR7, Cristiano Ronaldo diklaim memiliki sikap arogan di lapangan. Tapi, biarpun membenci mereka, fans anti MU di Inggris tetap mengakui kehebatan ketiga orang tersebut. Wayne Rooney dianggap sebagai striker terhebat di timnas Inggris. Begitupun Rio, dianggap sebagai bek terhebat di Inggris. CR7 pun dianggap sebagai pemain yang enak dilihat ketika bermain walaupun sikapnya kontradiksi dengan permainannya.
Ketiga pemain itu memang jadi Enemy #1 oleh MU Haters, tapi tidak pada Ryan Giggs dan Paul Scholes. Kedua pemain ini dianggap pemain yang pantas untuk dihargai di Inggris. Dengan kesetiaannya pada MU dan kesuksesan karirnya, membuat 2 pilar MU ini sangat dihargai oleh para pembenci MU.
5 Alasan Kenapa Kita Tidak Boleh Membenci Juventus
LOGO JUVENTUS
Soccerlens memuat tulisan menarik tentang bagaimana kita harus tidak bisa membenci Juventus. Berikut alasannya:
1> Manajemen Juventus telah berubah total semenjak Calciopoli
Semenjak Calciopoli, Luciano Moggi dan Antonio Giraudo sudah angkat kaki. Begitu juga dengan para pemainnya. Yang tidak loyal sudah pada pergi. Mereka dijual, Juventus mendapatkan uang banyak, dan kini, pemainnya adalah pemain loyal Juventus ditambah pemain baru yang bagus-bagus hasil dari penjualan pemain tidak loyal.
2> Alessandro Del Piero masih punya gigi biarpun uzur dan tidak benar setengahnya adalah singa tua
Alessandro Del Piero terbukti telah menjadi striker terbaik di Serie A. Pavel Nedved, Hasan Salihamidzic pun begitu. Biarpun tua, tapi tetap saja giginya bertaring tajam.
3> Juve tidak pernah curang lagi!
Soal ini, rasanya bisa dimengerti kalau semenjak kembali ke Serie A, tidak pernah ada pinalti di akhir-akhir pertandingan buat Juventus.
4> Claudio Ranieri adalah manajer terbaik
Claudio Ranieri memang tidak terkenal dibanding Mancini yang selalu jadi bahan berita. Ketika di Chelsea pun, Claudio Ranieri kurang mendapat sorotan dibanding Arsene Wenger dan Alex Ferguson. Begitu pun di Valencia. Tapi, ketika dia kembali ketanah asalnya, Italia, dia mampu membawa Parma menjadi petarung yang tangguh di UEFA Cup. Begitu pula dengan kemampuannya mengasah seorang pemain bernama Giuseppe Rossi menjadi mutiara yang mengkilau.
trezeguet sisoko celeb
5> Sangat salah kalau Juve payah di Serie B, Juve Bahkan membantai semuanya!
Semua orang berpikir bahwa Juve payah di Serie B. Itu hanyalah mitos yang dibuat oleh Juve-haters, fans Torino. Juve justru mengkontrol semua permainan hingga akhir musim, bahkan dengan masih dikurangi 9 poin dan skuad yang berkurang setelah ditinggal pemain topnya. Makan itu Torino!
Juventus Menatap UCL 2008/2009 (Jilid-I)
Lini Tengah Juventus
antonio nocerino juvePada isu mercato, di awal Januari 2008 silam. Juventus diributkan sedang berburu pemain tengah dan bek central berkualitas dunia. Isu yang cepat merebak itu memang terkondisi dengan keadaan lini tengah & belakang Juventus, yang jujur saja. Bila dihadapkan ke dalam atsmosfer sekelas Liga Champion, akan sulit buat La Vecchia Signora itu berbicara banyak.
Presiden Juventus, Giovanni Cobolli Gigli yang pada awal Juventus kembali memasuki rimba Lega Calcio, sebenarnya hanya menargetkan si Nyonya Tua itu bertahan paling tidak di posisi 10 besar namun tetap jalani program pencarian pemain-pemain baru. Sayangnya waktu itu dia hanya berpikiran mencari pemain tengah bebas transfer
dan murah saja. Nama Hasan Salihamidzic, Marco Marchionni dan Tiago-pun
akhirnya masuk.
(Nama-nama pemain belakang ada di artikel lanjutan jilid-II)
Claudio Ranieri saat itupun berharap banyak kepada ketiga mantan pemain Muenchen, Parma dan Lyon itu. Tapi apa lacur, hanya Salihamidzic saja yang lumayan dimata Ranieri, pemain sayap Marchionni yang sebenarnya diramal bakal menggantikan posisi Nedved dimasa depan. Malah terlalu sering dibekap cedera
Tiago malah lebih parah, setelah gagal total di Chelsea.. Tiago juga meredup sinarnya kala bermain bersama Lyon. Di Juventus dia malah kalah pamor dengan Zanetti dan gelandang baru penuh tenaga. Antonio Nocerino.
Untungnya performa stabil yang ditunjukkan Pavel Nedved dan Christiano Zanetti, benar-benar meringankan tugas Ranieri untuk mendorong Juventus mendobrak papan atas Lega Calcio. Pun dengan cemerlangnya penampilan Nocerino bermain di kasta yang lebih tinggi (baca : Seri A). Dan kembalinya Mauro Camoranesi dari belitan cedera. Dengan formasi baku Nedved-Nocerino-Zanetti-Camoranesi itulah.
Akhirnya membawa Juventus mengejar laju kecepatan Inter Milan dan AS Roma.
Namun sekali lagi, Gigli akhirnya mengkaji ulang langkah dan pemikiran awalnya. Setelah mengetahui Juventus sanggup mendobrak posisi terpandang, 3 besar Seri A
Maka terbitlah nama-nama Javier Mascherano, Frank Lampard, Rafael Van Der Vaart, dan Mohamed Sissoko pada isu mercato tadi.
Karena jika “hanya” bermodalkan formasi tengah yang sudah dipatenkan Ranieri itu,
Sulit buat Juventus untuk berduel dengan lawan-lawannya kelak
nedvedSelain Nedved yang semakin tua untuk ukuran pemain pro (35 tahun),
Camoranesi dan Zanetti-pun usianya sudah kepala tiga. Isu Nedved bakal pensiun telah terdengar kencang, karena Nocerino yang kini berusia 22 tahun masih perlu “bimbingan” untuk makin membuatnya menjadi penjelajah lini tengah yang ulung
Nocerino sukses melejit diantara Sergio Almiron dan Raffaele Palladino
Sementara Palladino belum waktunya mengganti peran Nedved karena faktor kematangan dan jam terbangnya yang masih hijau
Sergio Bernardo Almiron sendiri sedang “menimba ilmu” ke AS Monaco
Ada opsi dari pihak manajemen, Almiron bakal dilepas penuh pada musim depan.
Gayung bersambut, Van der Vaart, Mohamed Sissoko dan Olof Mellberg akhirnya sepakat dengan Juventus. Teka-teki calon pengganti Nedved-pun terkuak setelah kedatangan Van der Vaart. Dan Sissoko akhirnya yang dipilih sebagai tukang rebut bola ketimbang Mascherano. Pengalaman Mellberg sebagai bek tengah kelak akan sangat berguna sembari menunggu kesembuhan Jorge Andrade.
(bersambung : Lini Belakang Juventus)
Langganan:
Postingan (Atom)

