Minggu, 11 Mei 2008
Kentut? Silakan Saja!
PARIS - Seorang doktor asal Perancis menyarankan kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Perancis, untuk memberanikan diri membuang gas, baik dari mulut maupun dari 'bawah', untuk mengurangi resiko kanker.
Frederic Saldmann menghimbau masyarakat Perancis untuk bisa bersantai dalam menjalani hidup. Hal ini harus dilakukan untuk menjaga kesehatan mereka sendiri. Cara bersantai yang dimaksud Saldmann adalah keberanian untuk mengeluarkan kentut, sendawa dan keringat.
Dilansir melalui Ananova, Sabtu (3/5/2008), Saldmann memberikan tips kepada masyarakat Perancis untuk membuang semua larangan sosial yang diadopsi dari budaya Inggris yang tidak memperbolehkan orang-orang untuk bersendawa, kentut dan atau mengeluarkan keringat secara sembarangan.
"Membuang produksi gas di dalam tubuh sebanyak 2 liter dalam sehari merupakan hal yang natural. Sedangkan menahan pembuangan gas tersebut akan sangat berbahaya bagi kelangsungan usus besar," ujar Saldmann yang ditulis dalam bukunya Le Grand Menage.
Gas yang terdapat dalam tubuh tersebut akan keluar melalui dua cara yaitu melalui atas (mulut) yang diistilahkan menjadi sendawa dan dari lubang bawah atau istilahnya kentut. Saldmann menganjurkan agar semua orang bisa spontan mengeluarkan keduanya, kapan pun mereka menginginkannya, dibanding harus dengan cara sembunyi-sembunyi.
Hal ini, lanjutnya, merupakan cara terbaik untuk mengurangi resiko hiatal hernia (turun berok) yang biasanya mengidap di kalangan orang-orang Perancis dan Eropa.
Mempertahankan udara di dalam perut akan meningkatkan penyakit jantung yang sekaligus menyebabkan resiko kanker di pembuluh makanan. Meningkatnya penyakit ini diprediksi Saldmann karena kurangnya orang-orang melakukan kentut dan sendawa.
Dr Saldmann juga menyarankan untuk membuang obat keringat karena menurutnya menghalangi keringat yang keluar sama halnya dengan menghentikan toxin atau racun untuk keluar dari dalam tubuh.
Selain mengharuskan kentut, sendawa dan berkeringat, Saldmann juga menghimbau warga Perancis untuk mengurangi konsumsi permen karet, tidak boleh makan sambil berjalan dan mengurangi konsumsi minuman bersoda. (srn)
Sabtu, 10 Mei 2008
Kiat Sukses Menembus SPMB
Sudah menjadi fakta bahwa setiap tahun tingkat persaingan untuk menembus SPMB semakin meningkat. Keberhasilan seseorang tidak lagi semata-mata hanya ditentukan oleh kesiapan akademik, akan tetapi faktor mental, pengetahuan prosedur pendaftaran secara komputerisasi bahkan strategi, ikut menentukan.
Kenyataan yang sering kali kita lihat, misalnya saja Budi lulus pada SPMB sementara Agung teman sekelasnya di SMU, ternyata gagal. Padahal Agung lebih pintar dari Budi. Mengapa hal itu bisa terjadi? Jawabannya ada dua kemungkinan, yaitu terjadi kesalahan teknis/administratif atau salah strategi.
Kesalahan teknis/administratif akan berakibat fatal. Salah mengisi data berarti kalah sebelum "perang" dimulai. Sebab itu data harus diisi dengan hati-hati dan benar. Ikutilah semua petunjuk yang ada dalam Buku Panduan SPMB dan jangan percaya pada saran/cara yang disampaikan oleh siapapun jika berbeda dengan apa yang diutarakan dalam buku panduan.
Strategi adalah rencana yang cermat dan efektif mengenai kegiatan, langkah dan metode untuk mencapai sasaran. Dengan demikian strategi merupakan faktor yang dominan dalam meraih sukses.
Kesalahan strategi bisa meliputi strategi belajar atau strategi memilih jurusan dalam SPMB. Berikut ini akan dibahas strategi belajar menjelang SPMB maupun strategi memilih jurusan.
1. Belajar secara Efektif dan Efisien
Cukup banyak metode belajar secara efektif dan efisien yang sudah dikenal. Misalnya, cara membaca sistem SQ3R, yaitu Survey (penelitian pendahuluan), Question (membuat pertanyaan), Read (membaca), Recite (mengulang), dan Review (mempelajari kembali secara menyeluruh). Namun, pada kesempatan ini, penulis hanya mengemukakan langkah-langkah praktis untuk memantapkan kembali materi yang sudah diterima sejak kelas satu hingga kelas tiga SMU disesuaikan dengan ruang lingkup dan bahan uji pada SPMB.
Langkah Pertama
Buat program belajar untuk kurun waktu sekarang sampai SPMB mendatang meliputi mata pelajaran yang akan diujikan pada testing. Belajarlah setiap hari dan bagi waktu yang ada untuk memantapkan teori dasar, menghapal rumus-rumus dan mengerjakan soal-soal untuk setiap mata pelajaran. Lamanya waktu belajar setiap pelajaran tidak harus sama, tergantung pada penguasaan yang telah dimiliki untuk masing-masing materi pelajaran. Kemudian buat ringkasan rumus-rumusnya.
Materi yang diujikan pada SPMB mayoritas berasal dari materi pelajaran di kelas 2 SMU. Kondisi ini mengharuskan para siswa sudah mulai menyiasati SPMB sejak dini, yaitu sejak awal kelas 3 SMU karena persiapan selama beberapa bulan menjelang SPMB saja terasa kurang.
Langkah Kedua
Kerjakan soal-soal SPMB tahun-tahun sebelumnya. Kerjakan dengan batas waktu tanpa melihat catatan, seolah-olah dalam keadaan tes yang sesungguhnya. Setelah selesai, periksa jawaban dengan kunci yang ada untuk mengkaji berapa persen jawaban yang benar. Jawaban yang salah atau kosong harus dikerjakan kembali, akan tetapi kalau masih terbentur jangan malu bertanya kepada siapapun.
Langkah Ketiga
Analisa soal-soal SPMB selama
2. Strategi Memilih Jurusan/PTN
Inti dari strategi memilih jurusan/PTN adalah menentukan pilihan jurusan yang tingkat persaingannya sesuai dengan kemampuan akademik siswa. Di sini dibutuhkan data klasifikasi PTN maupun jurusannya dan tingkat kemampuan akademik siswa yang bersangkutan. Masalahnya memang tidak sederhana karena data tersebut tidak dimiliki oleh umum. Dengan demikian, yang dapat dilakukan adalah memprediksi klasifikasi jurusan dan memprediksi tingkat kesiapan akademik (kemampuan) siswa.
Pelacuran atau Prostitusi
Pelacuran atau prostitusi adalah penjualan jasa seksual, seperti oral sekshubungan seks, untuk uang. Seseorang yang menjual jasa seksual disebut pelacur, yang kini sering disebut dengan istilah pekerja seks komersial (PSK). atau
Dalam pengertian yang lebih luas, seseorang yang menjual jasanya untuk hal yang dianggap tak berharga juga disebut melacurkan dirinya sendiri, misalnya seorang musisi yang bertalenta tinggi namun lebih banyak memainkan lagu-lagu komersil. Di Indonesia pelacur sebagai pelaku pelacuran sering disebut sebagai sundal atau sundel. Ini menunjukkan bahwa prilaku perempuan sundal itu sangat begitu buruk hina dan menjadi musuh masyarakat, mereka kerap digunduli bila tertangkap aparat penegak ketertiban, Mereka juga digusur karena dianggap melecehkan kesucian agama dan mereka juga diseret ke pengadilan karena melanggar hukum. Pekerjaan melacur atau nyundal sudah dikenal di masyarakat sejak berabad lampau ini terbukti dengan banyaknya catatan tercecer seputar mereka dari masa kemasa. Sundal selain meresahkan juga mematikan, karena merekalah yang ditengarai menyebarkan penyakit AIDS akibat prilaku sex bebas tanpa pengaman bernama kondom.
Pelacur adalah profesi yang menjual jasa untuk memuaskan kebutuhan seksual pelanggan. Biasanya pelayanan ini dalam bentuk menyewakan tubuhnya.
Pandangan terhadap pelacuran
Di kalangan masyarakat
Salah seorang yang mengemukakan pandangan seperti itu adalah Augustinus dari Hippobapak gereja. Ia mengatakan bahwa pelacuran itu ibarat "selokan yang menyalurkan air yang busuk dari
Pandangan yang negatif terhadap pelacur seringkali didasarkan pada standar ganda, karena umumnya para pelanggannya tidak dikenai stigma demikian.
Pelacuran dalam sastra
Penyair W.S. Rendra pernah menulis dua buah puisi tentang pelacur yang lebih netral dalam "Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta!" Bahkan lebih dari itu, dalam puisinya "Nyanyian Angsa", Rendra melukiskan Maria Zaitun, seorang pelacur, yang justru menjadi kekasih Tuhan, yang dikontraskannya dengan kaum agamawan yang menjauhkan diri daripadanya.
Istilah lain untuk pelacur
Istilah pelacur sering diperhalus dengan pekerja seks komersial, wanita tuna susila, istilah lain yang juga mengacu kepada layanan seks komersial.
Khusus laki-laki, digunakan istilah gigolo.
Pelacuran menurut agama
Pada umumnya agama memandang negatif terhadap pelacuran.
Pelacuran dalam pandangan agama Yahudi dan Kristen
Agama Yahudi dan Kristen menyamakan penyembahan terhadap dewa-dewa lain selain kepada Allah sebagai pelacuran. Gambaran ini dapat ditemukan di dalam kitab Nabi Yehezkiel ps. 23 dan kitab Nabi Hosea (1:2-11).
Namun demikian ada pula kisah tentang Rahab, seorang pelacur bangsa Yerikho yang menyelamatkan dua orang mata-mata yang dikirim Yosua untuk mengintai kekuatan Yerikho (Yosua 2:1-14). Dalam kisah ini, Rahab dianggap sebagai pahlawan, dan karena itu ia diselamatkan sementara seluruh
Pandangan Perjanjian Baru
Agama Yahudi di masa Perjanjian Baru, khususnya di masa Yesus menganggap negatif praktek pelacuran. Karena itu orang baik-baik biasanya tidak mau bergaul dengan mereka bahkan menjauhkan diri dari orang-orang seperti itu. Namun demikian Yesus digambarkan dekat dengan orang-orang yang disingkirkan oleh masyarakat seperti para pelacur, pemungut cukai, dll. Injil Matius melukiskan demikian: "Kata Yesus kepada mereka: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah'." (Matius 21:31)
Maria Magdalena, salah seorang pengikut dan murid Yesus, seringkali digambarkan sebagai seorang pelacur yang diampuni Yesus (Lukas 8:2), meskipun pendapat ini masih diperdebatkan.
Kitab Wahyu melukiskan Roma sebagai pelacur besar yang akan dijatuhi hukuman oleh Allah: "... sebab benar dan adil segala penghakiman-Nya, karena Ialah yang telah menghakimi pelacur besar itu, yang merusakkan bumi dengan percabulannya; dan Ialah yang telah membalaskan darah hamba-hamba-Nya atas pelacur itu." (Wahyu 19:2; lih. pula Wahyu 17:1, 17:5, 17:15, 17:16). Di sini perlu diingat bahwa Roma yang dimaksudkan oleh penulis Kitab Wahyu ini adalah pemerintahan yang pada waktu itu menindas dan menganiaya Gereja dan orang-orang Kristen pada masa-masa permulaan agama Kristen.
Pandangan Islam
Pelacuran dalam pandangan Islam adalah haram hukumnya.
Pandangan Hindu
Dalam pandangan umat Hindu pelacuran sangat sangat dilarang, karena dalam Hindu, tubuh wanita itu ibarat susu kehidupan bagi generasi keberikutnya, mereka yang memperjual belikan susu kehidupan dalam pandangan hindu hukumnya adalah kutukan seumur hidup. Dalam weda sendiri yang merupakan kitab suci umat hindu pelacuran disebutkan sebagai sesuatu yang selain dipantangkan juga akan mendapatkan kutukan sebanyak 7 turunan.
Dalam kitab suci agama Buddha, pelacuran jelas jelas dilarang karena tidak sesuai dengan keinginan sang Buddha.
Biografi Chairil Anwar (1922 - 1949)
Chairil Anwar dilahirkan di
Semasa kecil di
Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta
Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa membilang nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.
Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.
Rakannya, Jassin pun punya kenangan tentang ini. “Kami pernah bermain bulu tangkis bersama, dan dia kalah. Tapi dia tak mengakui kekalahannya, dan mengajak bertanding terus. Akhirnya saya kalah. Semua itu kerana kami bertanding di depan para gadis.”
Wanita adalah dunia Chairil sesudah buku. Tercatat nama Ida, Sri Ayati, Gadis Rasyid, Mirat, dan Roosmeini sebagai gadis yang dikejar-kejar Chairil. Dan semua nama gadis itu bahkan masuk ke dalam puisi-puisi Chairil. Namun, kepada gadis Karawang, Hapsah, Chairil telah menikahinya.
Pernikahan itu tak berumur panjang. Disebabkan kesulitan ekonomi, dan
Umur Chairil memang pendek, 27 tahun. Tapi kependekan itu meninggalkan banyak hal bagi perkembangan kesusasteraan

